SELAMAT DATANG TERIMAKASIH ANDA SUDAH MENGUNJUNGI BLOG KAMI

Sabtu, 28 Februari 2015

PAKEM by Akhmad Sudrajat...semoga bermanfaat

tentang PENDIDIKAN Makalah dan Artikel Pendidikan
Berita dan Opini Pendidikan
tentang PENDIDIKAN ~
Manajemen | Pembelajaran | Konseling | Psikologi | Filsafat
©2007 Akhmad Sudrajat
Menu
Skip to content
Beranda › Pembelajaran › Konsep PAKEM
Konsep PAKEM
Posted on 22 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT — 108 Komentar
[ Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan ]

oleh : Depdiknas

A. Apa itu PAKEM?

Belajar BermaknaPAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.  Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.

Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.

Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:

Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
B. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?

1. Memahami sifat yang dimiliki anak

Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.

Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.

2. Mengenal anak secara perorangan

Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.

Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).

Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.

3. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar

Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok.

Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah

Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir.

Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).

5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik

Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain.

Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.

6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar.

Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.

7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa.

Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

8. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM.

Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan.’

C. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM?

Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru.

Kemampuan Guru Pembelajaran
Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal:Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiriGambarStudi kasusNara sumberLingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Siswa:Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancaraMengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Melalui:DiskusiLebih banyak pertanyaan terbuka Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan
Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. Guru memantau kerja siswaGuru memberikan umpan balik
=============

©akhmadsudrajat-2008
Berbagi di:
245Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)5Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk mengirim email pada teman(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)
Terkait
Beban Belajar dalam Kurikulum 2013
dalam "Pembelajaran"
Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Teknik Jigsaw
dalam "Pembelajaran"
Ciri-Ciri Pembelajaran Aktif di Kelas
dalam "Pembelajaran"
Perihal AKHMAD SUDRAJAT
[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]
‹ Komponen-Komponen KurikulumLandasan Kurikulum ›
Tagged with: Kurikulum 2013, Makalah Pendidikan
Ditulis dalam Pembelajaran
108 comments on “Konsep PAKEM”

‹ Older comments
jarjid pratama mengatakan:
25 November 2013 pukul 14:26
pak bagaiman cara.a menjadi guru profisional dengan menggunakan
PAKEM…???

IRAWATI mengatakan:
17 September 2013 pukul 19:54
mohon ijin pak Amat Sudrajat untuk memgcopy file tentang PAKEM

wahyu noviansyah mengatakan:
3 September 2013 pukul 21:34
mohon iji copas pak ahmad sudrajat

bagoespram mengatakan:
3 September 2013 pukul 09:02
Mohon ijin pak ahmad sudrajat untuk mengcopy file tentang PAKEM

herga liza mengatakan:
17 Juli 2013 pukul 11:35
saya ingin bertanya, bagaimana cara membuat lembar observasi penelitian kegiatan guru dalam menggunakan paikem gembrot, saya butuh sekali untuk penelitian saya, .makasih

ragil mengatakan:
19 Mei 2013 pukul 19:36
paling penting referensi

Firman's Blog mengatakan:
28 April 2013 pukul 10:38
Reblogged this on Firmanbiologi's Blog and commented:
Mohon ijin pak ahmad sudrajat untuk reblog artikel PAKEM

Subhan Efendi mengatakan:
16 Februari 2013 pukul 16:30
MINTA file tentang PAKEM

‹ Older comments
berkunjung, berfikir dan berkomentar...


 
Artikel Terbaru:
Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik Tahun 2015
Permendikbud No. 4 Tahun 2015 tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan
Jambore Konselor Indonesia 1 Tahun 2015
12 Karakteristik Atasan yang Menyebalkan
Artikel Lainnya:
Masalah Belajar dan Pembelajaran dari Paradigma Behavioristik ke Konstruktivistik
Sistem Kredit Semester (SKS)
Berbagi tentang PTK dengan Anggota PGRI Cabang Cigandamekar-Kabupaten Kuningan
Hasil Penilaian Sertifikasi Guru
Statistik Blog
16,078,979 Pengunjung
Kurikulum dan Pembelajaran dalam Paradigma Baru  tentang AKHMAD SUDRAJAT   Bimbingan dan Konseling: Konseling Individual

[AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kuningan]

Facebook LinkedIn Google Plus
© 2015 tentang PENDIDIKAN ↑ Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
The Responsive Theme.

Minggu, 08 Agustus 2010

* Ramadhan


Marhaban ya Ramadhan............
Demi pemilik jiwa yang senantiasa kasih dan sayang-Nya tak terbatas, Maha suci Engkau,tidak terasa telah datang kembali sesuatu, yang apa bila orang menyambutnya dengan suka cita dan cinta maka haram tersentuh tubuhnya oleh api neraka.
Demi pemilik kemuliaan, akankah berlalu begitu saja ? sementara karat dijiwa ini membelenggu diri, menarik pada sesuatu yang tak mungkin mampu membayangkannya.
Marhaban ya Ramadhan.............kedatanganmu bagai air jernih membersihkan kotoran-kotoran yang menempel, susah untuk dibersihkan.
Sebagai orang mukmin datangnya ramadhan, sudah semestinya menyambut ramadhan bagai kedatangan orang yang sangat ditunggu kehadirannya, hal ini sebagai wujud kecintaan kepada Allah. Allah telah berfirman didalam Al-quran diantaranya:
" Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar" (Al-Baqarah:187)
kemudian,
" Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertawa.." (Al-Baqarah: 183-184)
Jelas sekali tidak ada alasan untuk tidak menyambutnya, sebagai orang beriman hal ini merupakan kewajiban untuk melaksanakannya.
Akan tetapi melaksanakannya akan terasa indah apabila tidak hanya sebatas kewajiban, akan tetapi benar-benar dilaksanakan sebagai perwujudan kecintaan kepada Allah dan sebagai rasa syukur atas segala kenikmatan yang ada, karena mungkin hal ini sebaik-baiknya ahlak dalam melaksanakan ramadhan.
Imam al-Baqir "berkata, Mukmin yang sempurna dari sudut pandang keimanan adalah orang yang paling muli akhlaknya"
termasuk didalamnya ahlak kepada Allah yang telah memerintahkan kita berpuasa.....
Semoga cinta kasih dan sayang-Nya selalu menyertai kita dalam melaksanakan puasa dibulan ramdhan ini.
Selamat menunaikan ibadah Puasa 14031 H........

* H A I


Hai.......
Lupa aku?
Tapi tetap masih ada serpihan dalam jiwa ini
Kutelusuri satu persatu
Bungkam..bisu
Menoreh rasa tak kuasa bicara
Ada?
Itu aku
Tapi....... lupa !
Entah?
Satu persatu ku singkap...
Ada rasa ....
Luka lama menganga,
Terbuka bagai mulut macan bak menerkam
Aku....lari....
Tak kuasa kan kulangkahkan kaki
Berat mengenggam...
Rayuan itu mengusik kembali...
Indah...
Bahkan lebih mahir, dari seorang sastrawan memainkan penanya
Hai....
Aku bertanya
Hai...
Mau apa ?
Hai....
Ko kamu bisa ?
Hai...
Cukupkah dulu ?
Hai...
Tak puaskah ?
Hai.....
Kenapa ?
Hai......
Tak ada kuasa dalam jiwa untuk mengatakan Tidak!!!!!!!


* Marhaban Ramadhan 14031 H


Mari kita sambut bulan ramadhan..bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh dengan ampunan dan bulan yang penuh dengan rahmat.
Begitu indah ramadhan.....
seandainya cinta ini dapat berbagi maka akan kucintai ramadhan sepenuhnya, sayang cinta ini hanya milik yang satu..yang keindahannya tak ada tandingannya., yaitu Dia yang Maha segalanya (Allah Swt).
Ramadhan sarana mewujudkan cinta kita pada Sang Pencipta, bila kita mencintai Sang Pencipta, perlakukan ramadhan dengan suka cita...perlakukan ramadhan penuh dengan kecintaan...marhaban ya ramadhan...marhaban ya ramadhan.....
"Allah ridlo terhadap mereka, dan mereka ridlo kepada-Nya" (QS.5.Almaidah:119) mudah-mudahan ayat ini menjadi motifasi kita dalam menyambut bulan ramadhan.
Ya..rabbi pertemukan kami dengan keindahan cinta Mu dalam ramadhan ini....pertemukan kami dengan kasih Mu yang indah di ramadhan ini....sungguh hal yang membuat kami rugi seandainya ke indahan cintaMu tak kami rasakan pada bulan ramdahn ini.....Salam selalu untuk kekasihku manusia yang paling mulia,,nabi Muhammad SAW... salam... salam selalu untukmu.....

* Daftar Riwayat Hidup


Tedi Ruhyadi Subang, Lahir di Tasikmalaya tahun 1967, anak kelima dari Pasangan E.Koswara (alm) dan Rd.St.Salamah. Tahun 1981 menyelesaikan pendidikan di SDN 4 mangunreja, tahun 1984 lulus SMPN Mangunreja, tahun 1987 lulus SMAN 1 Singaparna, tahun 1991 menyelesaikan pedidikan di IKIP Bandung jurusan fisika program D3, selanjutnya menyelesaikan pendidikan S1 program Pendidikan Matematika di STKIP Subang dan mulai tahun 2010 melanjutkan pendidikan di Pasca Sarjana (S2) program Pendidikan Matematika.
Alhamdulilah.....Allah mengkarunia istri yang soleh yang senantiasa menjaga kehormatan keluarga. Kekasihku Iis Rustika teman yang selalu menemani dan membantu setiap kesulitan, yang selalu mendorong untuk terus maju.
alhamdulillah...allah mengkaruniai dua anak yang baik yang selalu taat kepada orangtua.....
Tak ada kata terlambat..bangkit...bangun...senantiasa masa depan menanti kita tuk menjadi manusia yang lebih baik......

* Open-Ended

Open-Ended adalah pembelajran yang membangun kegiatan interaktif antara matematika dan siswa, sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi.
Pada open-ended problem yang diformulasikan memiliki multi jawaban yang benar dan disebut problem tak lengkap atau problem terbuka (open-ended), misalnya ketika siswa diminta mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang berbeda dalam menjawab permasalahan, jawaban yang diberikan bukan jawaban yang berorientasi pada jawaban akhir, tetapi siswa lebih ditekankan bagaimana sampai pada suatu jawaban. Pembelajaran dengan open- ended biasanya dimulai dengan memberikan problem terbuka kepada siswa, kegiatan pembelajaran harus membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin banyak jawaban tentunya jawaban yang benar, sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru. Nohda (Suherman,2004:4) menyatakan bahwa " tujuan pembelajaran open-ended adalah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan polapikir matematika melalui problem solving," dengan demikian pembelajaran open-ended dapat diartikan sebagai pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif siswa dengan materi bahan ajar, sehingga muncul ide untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah yang dihadapi. Suherman(2004:4), menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik dalam pembelajaran open-ended yang dapat dikembangkan, yaitu berupa kegiatan yang sifatnya terbuka, memandang matematika sebagai ragam berfikir, dan keterpaduan antara siswa dengan matematika.
  • Terbuka berarti siswa dapat secara bebas berimpropisasi melakukan kegiatan belajar sesuai dengan jalan pikirannya.
  • Ragam berpikir diartikan bahwa dalam kegiatan pembelajaran matematika dengan open-ended adalah sebagai macam kegiatan berpikir yang biasa dilatih dan dibiasakan.
  • Keterpaduan dimaksudkan adalah kebebasan siswa untuk berpikir dalam upaya memecahkan masalah sesuai dengan kemampuan, sikap, minat, dan kondisi emosionalnya.
Cara mengembangkan rencana pembelajaran dengan pendekatan open-ended menurut suherman (2004:7) adalah sebagai beikut :
  1. Carilah masalah yang kaya makna secara matematik
  2. Kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa
  3. Kaitkan permasalahan tersebut dengan materi selanjutnya
Langkah-langkah dalam proses pembelajarannya adalah :
  1. Menyajikan masalah
  2. Mengorganisasikan pembelajaran
  3. memperhatikan dan mencatat respon siswa
  4. Menyimpulkan
Dalam melaksanakan evaluasi perhatikan aspek fluency (banyak solusi), fleksibility (variasi ide siswa), dan originality (kemurnian solusi dan temuan siswa). Begitu pentingnya digunakan open-ended dalam proses pembelajaran, melalui open -ended siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan keterampilan dalam memecahkan masalah kompleks, seperti masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari yang sering dihadapinya. Siswa belajar tidak terima jadi, dimana konsep tinggal menggunakan dan akhirnya dihapalkan untuk dilupakan, tetapi konsep digali dengan berbagai cara dan digunakan. Open-ended memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan melakukan, sehingga benar-benar mengalami, dengan asumsi retensi dalam diri siswa menjadi kuat, "Daftar Pustaka : Suherman, E (2004). Pendekatan Open-Ended Dalam Pembelajaran Matematika. Makalah Inservice Training KBK Januari 2004. LPMP Jawa Barat: Tidak diterbitkan