SELAMAT DATANG TERIMAKASIH ANDA SUDAH MENGUNJUNGI BLOG KAMI

Minggu, 08 Agustus 2010

* Open-Ended

Open-Ended adalah pembelajran yang membangun kegiatan interaktif antara matematika dan siswa, sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi.
Pada open-ended problem yang diformulasikan memiliki multi jawaban yang benar dan disebut problem tak lengkap atau problem terbuka (open-ended), misalnya ketika siswa diminta mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang berbeda dalam menjawab permasalahan, jawaban yang diberikan bukan jawaban yang berorientasi pada jawaban akhir, tetapi siswa lebih ditekankan bagaimana sampai pada suatu jawaban. Pembelajaran dengan open- ended biasanya dimulai dengan memberikan problem terbuka kepada siswa, kegiatan pembelajaran harus membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin banyak jawaban tentunya jawaban yang benar, sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru. Nohda (Suherman,2004:4) menyatakan bahwa " tujuan pembelajaran open-ended adalah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan polapikir matematika melalui problem solving," dengan demikian pembelajaran open-ended dapat diartikan sebagai pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif siswa dengan materi bahan ajar, sehingga muncul ide untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah yang dihadapi. Suherman(2004:4), menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik dalam pembelajaran open-ended yang dapat dikembangkan, yaitu berupa kegiatan yang sifatnya terbuka, memandang matematika sebagai ragam berfikir, dan keterpaduan antara siswa dengan matematika.
  • Terbuka berarti siswa dapat secara bebas berimpropisasi melakukan kegiatan belajar sesuai dengan jalan pikirannya.
  • Ragam berpikir diartikan bahwa dalam kegiatan pembelajaran matematika dengan open-ended adalah sebagai macam kegiatan berpikir yang biasa dilatih dan dibiasakan.
  • Keterpaduan dimaksudkan adalah kebebasan siswa untuk berpikir dalam upaya memecahkan masalah sesuai dengan kemampuan, sikap, minat, dan kondisi emosionalnya.
Cara mengembangkan rencana pembelajaran dengan pendekatan open-ended menurut suherman (2004:7) adalah sebagai beikut :
  1. Carilah masalah yang kaya makna secara matematik
  2. Kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa
  3. Kaitkan permasalahan tersebut dengan materi selanjutnya
Langkah-langkah dalam proses pembelajarannya adalah :
  1. Menyajikan masalah
  2. Mengorganisasikan pembelajaran
  3. memperhatikan dan mencatat respon siswa
  4. Menyimpulkan
Dalam melaksanakan evaluasi perhatikan aspek fluency (banyak solusi), fleksibility (variasi ide siswa), dan originality (kemurnian solusi dan temuan siswa). Begitu pentingnya digunakan open-ended dalam proses pembelajaran, melalui open -ended siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan keterampilan dalam memecahkan masalah kompleks, seperti masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari yang sering dihadapinya. Siswa belajar tidak terima jadi, dimana konsep tinggal menggunakan dan akhirnya dihapalkan untuk dilupakan, tetapi konsep digali dengan berbagai cara dan digunakan. Open-ended memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan melakukan, sehingga benar-benar mengalami, dengan asumsi retensi dalam diri siswa menjadi kuat, "Daftar Pustaka : Suherman, E (2004). Pendekatan Open-Ended Dalam Pembelajaran Matematika. Makalah Inservice Training KBK Januari 2004. LPMP Jawa Barat: Tidak diterbitkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar